1
Dari Skrip ke Pemrograman
AI014Lesson 7
00:00

Transisi dari skrip ke pemrograman di R menandai pergeseran dari menjalankan pernyataan interaktif yang terpisah-pisah menjadi membangun pipeline otomatis dan skalabel. Evolusi ini melibatkan pengorganisasian data ke dalam wadah yang kuat seperti vektor, matriks, faktor, larik, dan daftar untuk menangani arsitektur informasi yang kompleks.

1. Alur Kontrol Program

Alih-alih pengulangan manual, kita menggunakan blok logika untuk mengelola kompleksitas. R menyediakan mekanisme alur kontrol terstruktur:

  • Iterasi:for (nama dalam expr_1) expr_2, while (kondisi) expr, dan ulangi expr.
  • Kondisional:if (expr_1) expr_2 else expr_3 untuk percabangan logika dan fungsi vektorisasi ifelse untuk keputusan elemen demi elemen.
# Pengelompokan ekspresi
{ expr_1 ; ... ; expr_m }

2. Berpikir Vektorisasi & Pemetaan Fungsional

Pemrograman di R memanfaatkan iterasi fungsional untuk memproses struktur data tanpa loop eksplisit. Fungsi seperti apply, lapply, sapply, dan tapply memungkinkan Anda memetakan logika pada larik atau daftar. Sebagai contoh, menggunakan split untuk mengelompokkan kerangka data berdasarkan faktor dan kemudian menerapkan rata_rata, var, atau akar_pangkat(jumlah(x)) perhitungan secara signifikan mengurangi utang kode dan kesalahan.

SKRIPSalin-Tempel ManualPEMROGRAMANLoop OtomatisPerubahan Skalabilitas
main.py
TERMINALbash — 80x24
> Ready. Click "Run" to execute.
>